Kamis, 30 November 2017

Warga Biasa Kabupaten Bekasi harus Menyusun Siasat untuk Bisa Menjadi Maju, Inilah Caranya!

Kita akan tercengang ketika mengetahui bagaimana marketing politik dilakukan. Meski kita sekedar warga biasa, mari kita sedikit mengenal tentang politik.

Supaya kita, rakyat, bisa melihat kemana arah dan maksud seorang politisi saat melakukan aksi-aksi sosialisasi dan kampanye jelang pemilu. Ada maksud dibalik semua aksi-aksinya dan dengan kita mengenal marketing politik maka sedikit banyak bisa memiliki radar untuk bisa menangkap maksud yang tersembunyi dari aksi-aksinya yang dadakan itu jelang pemilu.

Kita adalah calon pemilih di setiap pemilu, betul? Makanya dalam teori sosial, manusia, siapapun, saya dan anda, adalah mahluk politik. Masyarakat adalah makluk politik dan produk politik. Artinya anda dan saya tidak bisa lepas dari politik.

Dan dalam marketing politik, kita adalah target mereka. Kita adalah sasaran bidik mereka. Kita adalah otak yang harus dipengaruhi. Kita adalah hati yang harus suka dan empati kepada mereka. Kita adalah tangan yang harus mencoblos mereka. Karena kita adalah calon pemilih mereka. Mereka akan melakukan segala cara agar mereka di ingat, disukai, dan dicoblos. Kita ibarat ikan dan politisi adalah sang pemancing. Mereka akan berusaha memberikan umpan yang tepat agar ikan mudah dikail. Inilah pengetahuan marketing politik. Harus bagaimana kita dalam hal ini?

Ini ada benarnya. Apakah anda sudah menyadari atau tidak entahlah. Bukankah kita tidak bisa menolak sebuah undang-undang atau aturan yang sudah di tetapkan menjadi Peraturan Bupati, Perda, dsb? Ini adalah produk politik. Bila melanggar maka ada sangsi hukum. Bisa kurungan bisa denda.

Bukankah anggaran daerah dan apa saja pembangunan yang akan dilakukan adalah produk politik, hasil dari ketuk palu para anggota legislatif/dewan. Bukankah point-point program2 dan proyek2 yang akan diluncurkan, sebagai penyerap anggaran itu di pilah dan ditentukan oleh para  para anggota legislatif/dewan? Ini dari sisi ekonomi. Termasuk juga bidang lainnya, mencakup SOSPOLEKSOSBUDHANKAM.

Bagaimana kita sebagai rakyat biasa bisa memulai berjuang?
Ada fakta yang sangat memilukan dan menyedihkan. Pikirkan lebih mendalam fakta ini. Politisi, CALEG, sebelum pemilu mereka 'mengejar-ngejar' warga supaya warga memilihnya. Mereka sekuat tenaga merayu, mengajak orang-orang supaya bersedia menjadi tim suksesnya. Mereka mengeluarkan segala cara dalam marketing politik. Agar menang.

Untuk menang modalnya suara yang banyak. Suara berasal dari si pencoblos. Dan sipencoblos itu adalah anda, saya, dan semua warga yang ada di daftar pemilih tetap yang tinggla di DAPILnya. Dan menangnya mereka adalah hasil kerja pemenangan TIM SUKSESnya.

Setelah menang inilah yang MENGEJUTKAN. Politisi yang sebelum pencoblosan itu begitu semangat turun ke masyarakat, mengumbar omongan dan janji manis, SETELAH MENANG, entah kemana mereka mendadak tidak lagi terlihat batang hidungnya di tengah-tengah masyarakat. Jangankan ke masyarakat, perlahan-lahan TIM SUKSES yang mendukungnya pun mulai terabaikan. Dan benar-benar kemudian mereka melupakannya. Sibuk dengan kehidupannya sendiri yang saat ini sudah menggenggam jabatan.

Mereka lupa siapa yang berperan sehingga ia mendapat jabatan, legislatif. Ia lebih ingat kepada orang-orang baru yang berpotensi membuat ia semakin kuat, membuat ia semakin berpotensi lebih banyak menghimpun pundi-pundi dari efek jabatannya yang tidak bisa ia dapatkan saat ia tak punya jabatan.

Logika sederhana bisa menyimpulkan bahwa tidak mungkin ALEG semacam ini benar-benar akan memperjuangkan masyarakat sementara TIM SUKSES yang sangat berjasa bagi dia saja ditinggalkan, dikhianati, dibuang. Pasti apapun yang ia lakukan hanya kosmetis. Ada udang di balik batu. Mereka yang melupakan jasa banyak orang akan sangat mudah mengkhianati jasa satu orang.

Ia LUPA bahwa jabatannya hanya lima tahu. tahun ke satu masih bingung dan mulai belajar dan mulai beradaptasi, tahun kedua dan ketiga mulai lincah, tahun keempat mulai lagi mendadak turun kembali kemasyarakat untuk tujuan tersembunyi mereka, yakni supaya MENANG LAGI di pemilu mendatang. Maka JANGAN PILIH LAGI CALEG yang begini.

JANGAN PILIH LAGI ALEG seperti ini. Bila audien dan tim sukses mereka pergi maka ini pertanda nyata bahwa ia ALEG yang tidak layak ada di kabupaten Bekasi. Jangan beri kesempatan lagi ALEG sepeti ini kecuali kita akan DIPECUNDANGI LAGI.

Kita memiliki kekuatan. Dan kekuatan kita sanga dibutuhkan bahkan diperebutkan. Apakah kita sudah menyadari atau tidak, entahlah! KEKUATAN apakah itu? Camkan ini. Perhatikan ini. Kekuatan kita adalah SUARA KITA di setiap PEMILU.

Maka jadikan KEKUATAN ini untuk membangun KEKUATAN kita sendiri. Jadikan kekuatan ini menjadi tameng perlindungan untuk menjamin perubahan EKONOMI kita menjadi lebih baik. Bukan ekonomi hanya dalam angka di statistik dan retorika saja. Dan sebagainya.

Kabupaten Bekasi warganya harus maju. Salah satu cara yang paling bisa dilakukan dan punya KEKUATAN adalah ajang pemilu. Ini adalah satu-satunya MODAL yang membuat kita, warga, SANGAT MUNGKIN untuk membuat perubahan.

Buatlah komunitas dari 10, atau 20, atau 30 orang, yang DIPERCAYA bahwa kita konsisten untuk memberikan suara kepada seorang politisi yang sudah kita yakini mereka punya visi, misi dan program yang terinci. KEKUATAN ini mengarah kepada dua KEKUATAN.

Pertama :
KEKUATAN untuk menghalau dan menghempaskan ALEG-ALEG yang sudah melakukan kacang lupa kulitnya dan tidak bisa memperjuangkan audien dan tim suksesnya. Kita bisa membangun kekuatan komitmen untuk tidak memilih mereka dan mengajak sebanyak orang untuk tidak memilih mereka. Salah satu yang harus di pegang adalah JANGAN SAMPAI suara kita tergoda dan terhina oleh uag 20 ribu atau 50 ribu lalu mencoblos kembali mereka. Bila demikian maka kita tak sadar bahwa kita sedang dihina oleh mereka hanya dihargai oleh harga 50 ribu. Uang tentu butuh dan jangan ditolak. Tapi kita harus mulai cerdas untuk memilih siapa yang kita sudah yakin bisa memperjuangkan perubahan dan kemajuan kita secara tidak langsung melalui APBD dan langsung melalui potensi-potenasi dan kekuatan-kekuatan yang bisa diperoleh dengan keberadaan JABATANNYA. Bukankah telunjuk lebih KUAT saat ada jabatan dibanding warga biasa.

Kedua :
KEKUATAN untuk menjadikan seseorang bisa naik dan menang menjadi ALEG. Kekuatan SUARA kita bisa menentukan kalah dan menang seorang ALEG. Maka ini adalah POTENSI besar kita sebagai warga untuk berhimpun dan menyatakan sikap untuk menyatukan suara dalam komunitas-komunitas saat pemilu, Menyatukan suara bersama untuk menjebolkan ALEG yang kita yakini bisa memperjuangkan nasib kita.

Kita bisa mulai melakukan pergerakan dengan tulus dan ikhlas untuk membangun tujuan dan haraoan kita. Tanpa itu berat dan entah kapan kita mengalami perubahan yang benar-benar perubahan. Jangan sampai kita hanya dimanfaatkan sebagaimana posisi kita sebagai pemilih. Jadikan kita oleh mereka sebagai AUDIEN politik mereka yang wajib mereka perjuangkan. Bukan pemilih yang sudah milih terus diabaikan dan dilupakan.

BAGAIMANA SUPAYA KEBIJAKAN KUAT BERPIHAK KEPADA KITA?
Ini ada starteginya. Beginilah rencana yang harus anda bangun.
Ketika APBD sudah diketuk dewan (anggota legislatif), ketika undang-undang dan peraturan daerah di ketuk anggota dewan maka ini sudah sah dan bila melanggar akan berdampak hukum dan mengandung sangsi.

Bila buntu karena ada pro kontra sengit dan berimbang maka cara lain mereka adalah voting. Voting beradu jumlah. Siapa yang lebih banyak maka pihak itu yang menang.

Bila ALEG yang pro rakyat kalah jumlah maka kecil harapan, apa yang sedang kita perjuangkan bisa terwujud.

Strateginya :
Kita harus membangun suara sebanyak-banyaknya agar kita bisa berkomitmen dengan caleg sebanyak-banyaknya. Harapannya agar banyak caleg yang pro dengan kita. Dengan banyak rekan maka mereka bisa semakin kuat dan semakin percaya diri untuk membangun komitmen memperjuangkan kita. Sebagaimana komitmen yang sudah dibangung dengan komunitas kita. Ini cara agar kita sebagai rakyat biasa bisa menjadi kuat. Dan ini salah satu harapan besar kita. Pemilu selalu ada dan harus kita manfaatkan untuk pro kita.

Untuk jadi ALEG tak harus banyak. Cukup sekedar menjadi yang terbanyak dan tak harus mencapai ratusan ribu atau puluhan ribu suara caleg. Asal partai memenuhi Parliamentary Threshold maka kemanangan sudah di tangan.

Mari kita mulai meluruskan pemahaman, kita samakan pemikiran, kita selaraskan tujuan. Dan kita mulai sekarang untuk membangun kekuatan dan mulai perjuangan yang benar-benar berpihak kepada kita.

Jangan sampai kita dikejar dan dibutuhkan saat jelang pemilu namun diABAIKAN dan di CAMPAKKAN saat mereka sudah memegang jabatan. Mereka hanya bekrutat dengan fungsi-fungsi mereka sebagai anggota legislatif tapi lupa turun ke bawah yang kemudian ia sibuk lagi turun ke bawah hanya saat dekat PEMILU kembali.

Mari gabungkan diri anda besama rekan-rekan lain dan buat komitmen.

Penulis
Sunaryo Saripudin S.Pd

Direktur Eksekutif JSMI
Mau Gabung dan komitmen
WA : 08 777 920 5554
*Ketua TIM SUKSES Pileg 2009, Menang 1 kursi, Meraih 5.400 Suara.
www.menangpemilulegislatif.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar