Tampilkan postingan dengan label Berita Pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Pemilu. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

Calon Pemilih di Pilkada Bekasi 2012 Diprediksi Meningkat 10 Persen

Apakah benar calon pemilih pada pilkada 2012 kabupaten bekasi yang akan datang jumlahnya meningkat sekitar 10 persen. Apa saja yang menjadi tolak ukurnya?

Angka kenaikan calon pemilih ini muncul dari preediksi KPUD kabupaten Sekasi. Sebagaimana yang diutarakan berita8.com, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memprediksi jumlah pemilih potensial pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2012 meningkat 10 persen dari sebelumnya.

"KPUD saat ini sedang menunggu pemutahiran data pemilih dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi. Kemungkinan akan ada kenaikan 10 persen dari 1,6 juta pada 2007 menjadi 1,7 orang pada 2012," ujar anggota KPUD Bekasi Idham Kholik di Cikarang, Minggu (16/1/2011).

Menurut Idham, tahap awal Pilkada di wilayah setempat akan dimulai pada September 2011 atau 120 hari sebelum pemungutan suara berlangsung.

Idham berharap, semua pihak bekerja sama menyukseskan pesta demokrasi itu dengan melibatkan dalam pemutakhiran data pemilih agar tidak ada lagi yang kehilangan hak pilih karena tidak terdaftar.

"Saya mengimbau, jika nanti data pemilih sudah dibagikan maka seluruh masyarakat harus ikut mengecek apakah terdaftar atau tidak, termasuk bantuan tim sukses dan Partai Politik," ujarnya.

Pihaknya mengaku optimistis akan terjadi peningkatkan jumlah partisipasi pemilih dari Pilkada sebelumnya yang hanya 56 persen dari jumlah total pemilih.

"Masalah daftar pemilih ini memang sangat krusial. Jadi kita persiapkan jauh-jauh hari," demikian Idham.


Baca juga artikel berikut :
-----------------------------------------------------------------------------------
Untuk Persiapan pemilu mendatang, baca Strategi menang cemerlang tanpa UANG merebut kursi legislatif.
-----------------------------------------------------------------------------------

10 Wajah Lama Siap Bersaing di Pilkada 2012 Kabupaten Bekasi

Pilkada 2012 kabupaten Bekasi tinggal beberapa bulan lagi, menurut kabar sekitar maret 2012. Sebelumnya sudah di prediksi akan tampil sebanyak 10 wajah lama dari kalangan partai politik, birokrat, tokoh masyarakat, dan akademisi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi peserta Pemilu Kepala Daerah setempat pada 2012. Siapa saja mereka?

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Bekasi kepada 6.000 responden di Kabupaten Bekasi padaper Desember 2010.

Penasehat Lira Bekasi, Didit Susilo, melalui siaran pers, di Bekasi, Rabu (19/1/2011) malam, sebagaimana dipaparkan berita8.com, mengatakan pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Bekasi akan berlangsung pada Juli 2012 mendatang.

Namun, diperkirakan pada Juni 2011 ini, beberapa bakal calon kandidat akan mulai melakukan pemanasan.

Dikatakan Didit, survei yang dilakukan pihaknya dengan sistem acak dilakukan terhadap 6.000 responden yang tersebar di 23 Kecamatan dan 187 Desa/Kelurahan di wilayah setempat.

"Lira menggunakan sistem survei wawancara langsung responden sebanyak 30 persen dan wawancara via telepon 70 persen melalui dua tahap. Yakni, penjaringan dan rangking 10 besar. Dalam tahap pertama sempat terjaring 50 nama dari berbagai unsur tokoh parpol, ulama, masyarakat dan birokrat," katanya.

Menurut Didit, tokoh parpol yang pernah berkompetisi dalam Pemilu Kepala Daerah 2007 lebih diminati responden karena tingkat kepopuleran mereka di telinga masyarakat. Namun, pada tahap penentuan banyak yang masih mempertimbangkan karena waktunya masih panjang.

"Yang perlu dicatat, survei ini hanya mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas secara personal," ujarnya.

Menurut Didit, Saduddin, MM selaku Bupati Bekasi periode 2007-2012 memperoleh 18,23 persen, Neneng Hasanah selaku Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat memperoleh 16,41 persen, Mustakim selaku Ketua DPRD Kabupaten Bekasi memperoleh 13,07 persen, Darip Mulyana selaku Wakil Bupati Bekasi periode 2007-2012 memperoleh 11,28 persen.

"Jejen Sayuti selaku mantan peserta Pemilu Kepala Daerah 2007-2012 memperoleh 9.33 persen, Daeng Muhammad selaku Anggota DPRD Kabupaten Bekasi memperoleh 9,19 persen, Saleh Manaf selaku mantan Bupati Bekasi 2002-2007 memperoleh 7,08 persen, Omin Basyuni selaku Anggota DPRD Jabar memperoleh 5,97 persen," katanya.

Selanjutnya, Syamsul Falah selaku Anggota DPRD Kabupaten Bekasi memperoleh 5,12 persen, dan Adi Firdaus selaku mantan peserta Pemilu Kepala Daerah 2007-2012 memperoleh 4,32 persen.


Baca juga artikel berikut :
-----------------------------------------------------------------------------------
Untuk Persiapan pemilu mendatang, baca Strategi menang cemerlang tanpa UANG merebut kursi legislatif.
-----------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 19 Juni 2011

Tragis!!!Mantan Sekda Dan Mantan Calon Bupati Kabupaten Bekasi Gantung Diri

Sebenarnya kabar tragis ini sudah lama terjadi, namun demikian kiranya kejadian ini perlu jadi pelajaran berharga buat para pejabat-pejabat teras di jajaran pemerintahan bekasi atau para calon bupati yang saat ini sedang siap-siap untuk bersaing dikancah pilkada 2012.

Ada dua hal yang mungkin hal ini bisa jadi bara pengingat :
Pertama, Buat para pejabat teras yang saat ini masih menjabat. Bahwasanya ketika sampean-oknum pejabat yang doyan duit sogokan atau doyan uang pelicin walaupun alasannya uang terima kasih- hal ini menjadi cermin. Seabrek permasalahan sedang siap-siap Anda buat sendiri untuk hari tua Anda.

Kedua, Buat para calon Bupati yang akan bersaing di Pilkada 2012. Jangan celakakan diri Anda dengan memaksakan diri bersaing di pilkada 2012 bila dari sekarang Anda sudah berniat untuk membombardir masyarakat dengan uang supaya memilih Anda. Hujamkan kepada hati Anda yang terdalam, ini hanya akan membuat Anda celaka.

Inilah berita selengkapnya, yang dikutif dari bataviase.co.id. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi. Memet Rochamat (56), diduga mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, gantung dili. Ia ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Persada Kemala, Jakasampuma, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (21/6) pagi.

Kapolsektro Bekasi Barat AKP S Budiyanto seusai memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, kejadiannya di kamar mandi lantai 2 sekitar pukul 07.00. Bapak tiga anak Itu mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan kabel.Secara terpisah. Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota Kompol Ade Ary Syam Indradi menyatakan, tidak ada bukti keterlibatan orang lain dalam kasus kematian Memet. Dari tanda-tanda yang ada di TKP. kasus ini mumi bunuh diri," katanya.

Ade mengatakan, saat petugas datang ke TKP. Jenazah Memet masih tergantung di kusen pintu kamar mandi lantai 2. Tehemya masih terillit kabel setrika, lidahnya menjulur, serta keluar sper-ma dan kotoran." ujarnya.Puluhan kerabat dan rekan Memet terlihat berdatangan melayat ke rumah duka. Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa terpasang di sisi kiri-kananpintu masuk. Terlihat beberapa pejabat dari Pemkot dan Pemkab Bekasi di rumah duka, di antaranya mantan Bupati Sukomartono, Bupati Saduddin. dan Wall Kota Mochtar Mohamad.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk divisum sebelum dimakamkan. "Dari RSUD Jenazah dibawa ke Kuningan, Jawa Barat, dan akan dimakamkan di sana." ucap seorang kerabat Memet.Memet menapaki karier sebagai birokrat dengan menjadi Camat Bekasi Barat. Camat Bekasi Utara. Kepala Dispenda Kabupaten Bekasi, Asisten Ekonomi Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bekasi, hingga menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi (2003). dan terakhir menjadi pejabat di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara.

Memet Juga sempat menjadi calon Bupati Bekasi berpasangan dengan Jejen Sayuti padapilkada 2007. Namun, pasangan Metro Jes (singkatan dari Memet Rochamat dan Jejen Sayuti) yang didukung PDIP Ini kalah suara dari pasangan S.i fiinlilin Darip Mulyana yang kini menjabat bupatl-wakil bupati periode 2007-2012.Jejen Sayuti saat dihubungi menyatakan turut berduka atas meninggalnya rekannya itu. Ia mengaku tidak pernah lagi menjalin komunikasi dengan Memet sejak selesai pilkada 2007. "Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah." ujarnya.

Salah seorang tetangga Memet yang enggan disebutkan namanya mengatakan, mantan sekda itu diduga nekat gantung diri akibat stres setelah kalah dalam pilkada Kabupaten Bekasi tahun 2007. "Dikabarkan la sudah mengeluarkan uang Rp 40 miliar lebih. Sehari-hari ia lebih banyak mengurung diri di rumah." ujarnya

Baca juga artikel berikut :
-----------------------------------------------------------------------------------
Untuk Persiapan pemilu mendatang, baca Strategi menang cemerlang tanpa UANG merebut kursi legislatif.
-----------------------------------------------------------------------------------

PKS Masih Tutup Mulut Soal Calon Bupati Yang akan di Jagokannya pada Pilkada 2012

Mari kita telusuri sebagaimana dipaparkan, KlikM, Kabupaten Bekasi. Meskipun perhelatan Pemilukada Kabupaten Bekasi baru akan digelar 2012 mendatang, namun suhu politik mulai memanas. Kasak-kusuk siapa yang bakal maju menjadi calon Bupati pun terus bergulir. Setelah koalisi pelangi, dilantiknya Darip Mulyana sebagai ketua DPD Golkar kian meramaikan suasana.

Namun PKS, partai pengusung Sa'aduddin sebagai Bupati Bekasi 2007-2012, terlihat santai dan belum mengambil ancang-ancang koalisi. Bahkan, belum memastikan mencalonkan kembali Sa'aduddin menjadi Bupati periode mendatang.

"PKS masih melakukan konsolidasi internal. Sebagai partai pemenang Pilkada, tentunya kita mau bertahan dan menjadi lebih baik secara perolehan suara," ujar Asmeldi Firman, Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi saat dihubungi melalui ponselnya, Senin, (11/10).

Asmeldi menegaskan, bahwa sampai saat ini di internal PKS belum membicarakan figur yang akan dicalonkan menjadi Bupati 2012-2017. Namun yang pasti figur tersebut harus mampu mendongkrak perolehan suara lebih baik dari sebelumnya. Asmeldi sendiri menampik adanya kabar bahwa PKS tidak akan mencalonkan kembali Sa'aduddin menjadi Bupati untuk kedua kalinya.

"Tidak benar itu. Sampai hari ini PKS belum membicarakan figur. Karena semua ada tahapannya," ujar pria berkacamata itu.

Bahkan ketika partai lain sudah mulai menjajaki kemungkinan untuk membangun koalisi. PKS belum menentukan sikap.

"Kita masih lihat-lihat, Pilkada kan masih lama. Terlalu dini kita bicara tentang pencalonan dan koalisi saat ini. Lebih baik kita pikirkan agar kepemimpinan Bupati saat ini bisa berjalan secara optimal sampai 2012 mendatang," pungkasnya.

Baca juga artikel berikut :
-----------------------------------------------------------------------------------
Untuk Persiapan pemilu mendatang, baca Strategi menang cemerlang tanpa UANG merebut kursi legislatif.
-----------------------------------------------------------------------------------

Wow!! 44 Milyar Dana Pilkada 2012 Kabupaten Beasi

Sangat mengejutkan!!! Betapa besar dana yang diajukan untuk mendanai pilkada 2012 kabupaten bekasi ini. Hajat masyarakat bekasi yang sebentar lagi akan diselenggarakan siap-siap menguras dana mencapai Angka 44 milyar. Bisakah nantinya pesta ini menghasilkan bupati sesuai harapan?

Kabar ini dikutif dari KlikM, Bekasi. Dipaparkan bahwa Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) mengajukan anggaran sebesar Rp44 miliar untuk persiapan Pemilihan Kepala Daerah Langsung (Pilkada) kabupaten Bekasi yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Maret 2012.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bekasi, Daeng Muhamad mengatakan sudah mengadakan rapat persiapan Pilkada dengan KPUD. Menurutnya, anggaran yang diajukan semuanya adalah Rp44 miliar. Dengan rincian jika satu putaran maka anggaran yang dibutuhkan adalah Rp26 miliar, Rp36 miliar untuk dua putaran dan Rp44 miliar jika terjadi pemilihan ulang.

Menurut Daeng, DPRD akan mencadangkan anggaran APBD sebesar Rp44 miliar sesuai dengan rencana anggaran yang diajukan oleh KPUD. Namun yang sudah pasti adalah untuk satu putaran yakni Rp26 miliar.

“Untuk persiapan sudah dianggarkan Rp9 miliar pada tahun ini. Sisanya nanti akan kita masukan di APBD Perubahan dan APBD tahun 2012,” ujar Daeng.

Dihubungi terpisah, anggota KPUD Kabupaten Bekasi, Idham Holik mengatakan bahwa tahapan Pilkada akan dimulai 210 hari sebelum hari pelaksanakan Pilkada, yakni sekitar bulan September 2011. KPUD saat ini sedang menunggu pemutahiran data pemilih dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi.

“Kemungkinan akan ada kenaikan 10 persen jumlah pemilih, dari 1,6 juta menjadi 1,7 orang pemilih,” ujar Idham.

Idam berharap agar semua pihak terlibat dalam pemutakhiran data pemilih, sehingga tidak ada lagi yang merasa kehilangan hak pilih karena tidak terdaftar. Dia menghimbau jika nanti data pemilih sudah dibagikan maka seluruh masyarakat harus ikut mengecek apakah terdaftar atau tidak, termasuk dengan bantuan tim sukses dan Partai Politik. KPUD juga optimis akan ada peningkatkan jumlah partisipasi pemilih dari Pilkada sebelumnya yang hanya 56 persen dari jumlah pemilih.

“Masalah daftar pemilih ini memang sangat krusial. Jadi kita persiapkan jauh-jauh hari,” kata Idham.

Saat ini, KPUD sedang melakukan penyusunan anggaran untuk persiapan Pilkada. Idham memprediksi akan muncul 5-6 pasang calon Bupati dan Wakil Bupati, di luar calon Independent atau perorangan.

Baca juga artikel berikut :
-----------------------------------------------------------------------------------
Untuk Persiapan pemilu mendatang, baca Strategi menang cemerlang tanpa UANG merebut kursi legislatif.
-----------------------------------------------------------------------------------

Inilah Hasil Survey Sementara Pikada Bekasi 2012

Pilkada Bekasi 2012 sudah di ambang pintu. Beberapa pasangan kandidat yang akan bertarung sudah ada yang mulai santer diperbincangkan. Kini kondisi mulai memanas mulai dari kalangan elite politik. Siapa saja nama-nama yang muncul disebut-sebut sebagai kandidat?

Sebagaimana disinggung bataviase.co.id, Para tokoh yang berencana maju, dalam Pemilukada 2012 ternyata masih belum menjadi perhitungan yang signifikan, karena menurut kaca mata para surveyor kekuatan masih banyak didominasi oleh Partai Politik. Selebihnya berasal dari kalangan Birokrasi, Independent.dan Tokoh masyarakat

Hal ini seperti berdasarkan survei yang dilakukan secara langsung oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Prestasi Indonesia bahwa, hasil dari 23 Kecamatan 182 Desa dan 5 Kelurahan disebutkan yang berhasil dihimpun dari Desember 2010 hingga awal Maret 2011 tercatat kalangan Partai Politik masih menjadi favorit masyarakat Sementara dari kalangan eksekutif, mendapatkan nomor urut paling bawah.

Ungkapan hasil survei Ketua LSM Prestasi Mdonesia kepada Harian Pelita, Arifin Spd mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan dari bulan Desember hingga bulan maret 2011 sedikitnya sekitar 20.000 responden yang berhasil kami catat berdasarkan hitungan yang sudah akurat dengan meliputi berbagai elemen masyarakat dan pemilih awal yaitu anak-anak remaja yang masih duduk dibangku SMA, SMK khususnya tingkat akhir yang sudah berusia 17 tahun, katanya.

Baca juga artikel berikut :
-----------------------------------------------------------------------------------
Untuk Persiapan pemilu mendatang, baca Strategi menang cemerlang tanpa UANG merebut kursi legislatif.
-----------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 30 Januari 2011

Muslim Terpilih Jadi Walikota Tower Hamlets

Ditendang dari Partai Buruh, malah melenggang mulus sebagai calon independen

Hidayatullah.com–Seorang mantan pemimpin di Dewan Tower Hamlets, Inggris, yang didepak dari Partai Buruh lalu menjadi politisi independen, terpilih menjadi walikota baru wilayah tersebut. Lutfur Rahman unggul dengan 51,76% suara dan menjadi walikota pertama untuk wilayah London timur yang dipilih secara langsung.

Awalnya Rahman adalah seorang calon dari Partai Buruh, tapi kemudian didepak oleh partai tersebut. Dia lalu mengajukan diri secara independen dengan dukungan dari sebagian anggota Partai Buruh.

Pemilihan walikota hari Kamis (21/10) lalu itu dilakukan secara langsung untuk pertama kalinya di Tower Hamlets.

Sebagaimana dilansir BBC, calon walikota London dari Partai Buruh Ken Livingstone sampai berani mendukung Rahman sehingga terancam kena sanksi internal partai, karena partai itu memiliki calon resmi lain yaitu Helal Abbas. Hari Senin, dia terlihat ikut kampanye Rahman di jalanan Tower Hamlets.

Menurut Livingstone, Partai Buruh tidak memperhatikan aspirasi penduduk setempat, karena menggusur Rahman dari cawali partai mereka. Namun pada saat yang sama dia menyatakan mendukung calon resmi dari Partai Buruh, katanya dia hanya ingin menjauhkan pemilih dari kelompok konservatif.

Sementara itu Abbas menyatakan bahwa meskipun mereka kalah, tapi paling tidak tangan partai masih bersih karena telah menyingkirkan Rahman keluar.

Berikut jumlah suara yang didapat masing-masing kandidat. Helal Uddin Abbas, Partai Buruh 11.254 suara. Alan Duffell, Partai Hijau 2.300 suara. John David Macleod Griffiths, Liberal Demokrat 2.800 suara. Neil Anthony King, Partai Konservatif 5.348 suara. Lutfur Rahman calon independen 23.283 suara.
(fpks-kabbekasi.info)