Tampilkan postingan dengan label Sukses Merebut Kursi Legislatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sukses Merebut Kursi Legislatif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juni 2011

2 Strategi Merebut Kemenangan Pemilu, Opini dari Seorang Amatiran

Kenyataan saat ini, ditemukan respon sebagian masyarakat terhadap partai tertentu di beberapa wilayah akar rumput mulai memudar. Mari lihat apa penyebabnya?

Mari ingat kembali kebelakang, betapa kemenangan OBAMA sangat dominan ada di kekuatan akar rumput yang di Galang VIA jaringan FB oleh para simpatisannya. Mengelola basis di tingkat" akar rumput". Ya..ini mungkin sangat penting untuk ditiru meskipun metode, sarana, dan strateginya perlu disesuiakan dengan kondisi.

Dan Ahli potitik manapun kiranya setuju bahwa kekuatan ditingkat nasional adalah ditentukan oleh kekuatan sebenarnya yang ada di tingkat akar rumput.

Berikut ini, mungkin uraian yang Anda baca kali ini hanya sebuah opini amatiran. Bagi politisi yang menganggap dirinya kawakan, tulisan ini mungin hanya bualan gak ada kerjaan. Untuk itu mungkin masih ada politisi rendah hati seperti Anda yang mau mencoba mengamati uraian ini.

Biarkanlah, Saya juga tidak mempedulikan politisi-politisi sombong, so berpengaruh seperti itu. Mari kita mulai saja untuk menyusuri tulisan saya yang asal bunyi ini.

Berikut ini, mungkin uraian yang Anda baca kali ini hanya sebuah opini amatiran. Bagi politisi yang menganggap dirinya kawakan, tulisan ini mungin hanya bualan gak ada kerjaan. Untuk itu mungkin masih ada politisi rendah hati seperti Anda yang mau mencoba mengamati uraian ini.

Biarkanlah, Saya juga tidak mempedulikan politisi-politisi sombong, so berpengaruh seperti itu. Mari kita mulai saja untuk menyusuri tulisan saya yang asal bunyi ini.

Saya merasa tidak bisa langsung menyampaikan hal ini kepada para petinggi partai seperti ngobrol-ngobrol ria dengan mereka. Mungkin karena prosedurnya yang ribet banyak aturan, atau karena jadwal mereka yang super sibuk. Disini, lewat tulisan ini saya yakin celotehan ini pasti sampai.

Dua strategi penting harus terus konsiten dilakukan oleh setiap kader-kader Partai adalah :
1) Merekrut yang belum tersentuh,
2) Maintenance yang sudah ada.

"Ini sih saya sudah tahu!!!!!!"kata beberapa orang yang baca tulisan ini.

Lanjut ah....Strategi pertama mungkin sangat bagus. Tetapi strategi kedua sepertinya kemungkinan agak lemah, ini dapat dilihat beberapa indikasi dari beberapa kasus yang bisa diamati dan didengar di masyarakat bawah sebagai basis akar rumput.

Mungkin ini dampak dari kader tingkat bawah atau ALEG yang mewakili daerah tertentu tidak bisa secara aspiratif mewakili masyarakat, atau kemampuan aleg2 yang bisa jadi tidak kuat dari sisi kemampuan maintenance akar rumput.

Beberapa keluhan yang kebetulan sampai ditelinga ini secara langsung membuat saya cukup khawatir. Persoalannya orang yang menyampaikan keluhan ini adalah orang-orang yang pernah betul-betul aktif terlibat dalam pemenangan pemilu baik pilkada maupun pileg. Saya mendengar langsung dari mantan-mantan tim sukses beberapa partai.

Kata-kata "Ambigu" saat kampanye yang bisa ditafsirkan lain atau yang ditafsirkan meng"iya" kan permintaan warga menjadi salah satu hal terbanyak dikeluhkan. Bahasa politik ini yang membuat beberapa yang mengeluh tadi seperti hanya dijadikan alat cuci tangan.

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Saya sendiri merupakan salah satu orang yang pernah menjadi ketua tim sukses untuk pemenangan salah satu caleg pada PILEG 2009. Saya dari tim eksternal artinya tim diluar jalur sruktur.

Meskipun demikian sebenarnya ada beberapa bagian pengurus struktur partai tingkat desa yang terlibat di dalamnya, itupun karena ikatan emosional secara pribadi. Kami nyaris tidak pernah secara formal maupun informal berkomunikasi, khususnya dengan DPC atau struktur terkecil dibawahnya untuk membahas strategi pemenangan.

Kecuali dengan beberapa pengurus yang sudah saya sebutkan tadi. Bahkan menurut pribadi saya-kami saat itu tidak terjalin komunikasi yang harmonis sampai ketua DPC itu berhenti menjabat.

Hasilnya apa? Saat itu dengan rasa haru kami bisa berhasil mengantarkan caleg dukungan kami menduduki kursi legislatif. Hanya saja setelah masuk pertengahan tahun kedua, terdengar ia pernah mengatakan ingin berhenti dari jabatannya sebagai anggota legislatif mengingat sistem di pemerintahan yang sudah kuat mengakar yang tidak sesuai dengan hati nurani. Pemikiran awal dan harapan untuk menerapkan idealisme demi perbaikan-perbaikan ternyata rintangannya terlalu besar.

Makanya, saya pikir, tidak heran muncul di bahas di salah satu radio yang mengambil isu '"Para pemuda kini kurang berminat untuk terjun di dunia POLITIK". Salah satu isu yang membuat saya lumayan tercuri perhatian.

Maka sepertinya sangat perlu untuk membangun kekuatan akar rumput yang solid dan militan. Seandainya pada pemilu mendatang Anda akan dicalonkan sebagai CALEG, maka sekarang harus sudah siap-siap.

Ada beberapa yang perlu Anda persiapkan dari sekarang :
  • Bagaimana menghimpun tim sukses secara suka rela ratusan orang yang menyebar di masing-masing kecamatan di daerah pemilihan. Lalu mengkoordinasikan dan menggerakkan mereka.
  • Bagaimana mendeteksi agar terhindar dari orang-orang yang aji mumpung memanfaatkan situasi untuk kantong pribadi pura-pura siap jadi tim sukses padahal mengincar duit Anda.
  • Bagaimana Anda punya kekuatan mesin pemenangan sendiri (TIM SUKSES EKSTERNAL) meskipun struktur di tingkat bawah (DPRa atau DPC) tidak mendukung Anda.
  • Ini yang juga sangat penting!!!Bagaimana Anda meraih kemenangan tanpa harus menghambur-hamburkan uang 300juta, 500juta atau bahkan milyaran untuk menang padahal tidak ada jaminan Anda akan menang.
  • Ingatlah kasus pemilu lalu, Banyak caleg gila, masuk rumah sakit, depresi bahkan beberapa nekat bunuh diri. Mungkin karena terasa begitu berat beban derita akibat kekalahan tersebut. Sudahkan Anda mempersiapkan langkah dan strateginya.

Penulis : Sunaryo Saripudin S.Pd.

Baca juga artikel berikut :
-----------------------------------------------------------------------------------
Untuk Persiapan pemilu mendatang, baca Strategi menang cemerlang tanpa UANG merebut kursi legislatif.
-----------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 30 Januari 2011

Nama-nama Caleg Pemenang Pileg 2009 Kab Bekasi

Hasil Rapat Pleno KPUD Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi telah menetapkan Caleg terpilih yang akan diduduk dibangku DPRD Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Berikut Daftar Anggota Terpilih DPRD Kabupaten Bekasi

Partai Demokrat :
Ai Suratna Sari, Teuku Ihsan Hinda, Cut Meutiwati, H. Rahim Mintareja, Romi Oktaviansyah, Warja Miharja, Taih Winarno, H. Mustakim, H. Abay Subarna. ( 9 Kursi )

PKS :
Zainuddin, Budi, HM Zainal Muttaqien, Ir Budiyanto, H. Syamsul Falah, H. Mustaqim Marzuki, Sa'dan, Faizal Hafan Farid. ( 8 Kursi )

Golkar :
Milin Kartono, H. Kardin, Iif Sarif Bustomi, Gatot Sumaryadi Tofan, Hj. Yoyoh Masruroh, H. Nachrowi Solihin, Sabaranto, H. Nana Rohana. ( 8 Kursi )

PDIP :
Soleman, Tata Saputra, Jejen Sayuti, Nabrih Sp, Aep Saiful Rahman, H. Sarbini, Yayah Ratnasari. ( 6 Kursi )

PPP :
Nunung HS, Hasan Bisri, H. Ceep Noer, H. Asep Jamaluddin. ( 4 Kursi )

PAN :
Jamil, Daeng Muhammad, H. Daris, H Muhtadi Muntaha. ( 4 Kursi )

PKB :
E. Usman, M Ali bin H. Amin, H. Sudirman. ( 3 Kursi )

PBB :
Saipul Anwar Sadat, M Suyaman. ( 2 Kursi )

Hanura :
H. Marjaya Ibrahim, Hj Nur Inayah. ( 2 Kursi )

PKP :
Hendrik Darmawan, BN Kholik Kodratullah. ( 2 Kursi )

Gerindra :
Agus Suryadi ( 1 Kursi )

(bekasinews.com)

Masih dari sumber yang sama, sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Bekasi ini resmi dilantik untuk menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah , Kabupaten Bekasi, hasil pemilu legislatif lalu untuk masa jabatan lima tahun (2009-2014).

Anggota Dewan yang terpilih bisa kita lihat kembali berasal dari Partai Demokrat 9 kursi, Partai Golkar 7 kursi, Partai PKS 8 kursi, PDIP 7 kursi, PPP 4 kursi, PAN 4 kursi, PKB 3 kursi, PBB 2 kursi, HANURA 2 kursi dan Partai Gerindra 1 kursi.

Sabtu, 29 Januari 2011

Jumlah Angka Caleng Pemenang PILEG Kab Bekasi 2009

Kabupaten Bekasi dipimpin oleh bupati H. Sa'duddin dan wakil bupati Darip Mulyana yang dicalonkan oleh fraksi PKS, yang memerintah sejak 2007.

Perwakilan di DPRD Kabupaten Bekasi terdiri dari 50 orang, dengan komposisi hasil Pemilu Legislatif 2009 sebagai berikut:
  1. Partai Demokrat = 9 kursi
  2. Partai Golkar = 8 kursi
  3. PKS = 8 kursi
  4. PDIP =7 kursi
  5. PPP = 4 kursi
  6. PAN = 4 kursi
  7. PKB = 3 kursi
  8. PBB = 2 kursi
  9. Partai Hanura = 2 kursi
  10. Partai Gerindra = 1 kursi
Dua belas di antaranya adalah anggota periode sebelumnya.

  1. Partai Demokrat = 9 kursi
Meliputi :
  1. Partai Golkar = 8 kursi
  2. PKS = 8 kursi
  3. PDIP =7 kursi
  4. PPP = 4 kursi
  5. PAN = 4 kursi
  6. PKB = 3 kursi
  7. PBB = 2 kursi
  8. Partai Hanura = 2 kursi
  9. Partai Gerindra = 1 kursi

Biaya Pilkades Desa Sukamaju Kab. Bekasi Mahal

Pemilihan kepala Desa (Pilkades) Sukamaju Kabupaten Bekasi yang akan segera di gelar bulan Februari 2011, dinilai masyarakat sangat mahal. Biaya pilkades tersebut dibebankan kepada tiga calon kepala desa sebesar Rp. 225 juta atau Rp. 75 juta per calon kepala desa.

Sehingga jika dibagi dengan jumlah pemilih yang hanya kurang lebih 4000 pemilih, maka biaya yang dikenakan pemilih berkisar Rp. 56.000 per suara, yang harus ditanggung oleh para calon Kepala Desa.

Sebagai bahan perbandingan, desa Sukajaya yang telah sukses menyelenggarakan pilkades, dengan jumlah pemilih 9000 hanya memakan biaya sebesar Rp.150 juta, namun di desa Sukamaju yang hanya setengah jumlah pemilihnya, biayanya mencapai Rp. 225 juta, sehingga dinilai oleh masyarakat sangat mahal.

Salah seorang masyarakat, Rahman yang sempat ditemui bedanews.com mengatakan, biaya tersebut sangat mahal. ”Untuk biaya apa saja panitia menganggarkan pilkades sebesar Rp. 225 juta itu”, katanya heran.

Sementara itu salah seorang calon kepala desa yang sempat dimintai komentarnya tentang biaya pilkades yang mencapai ratusan juta rupiah mengatakan “No coment”.
Ketua panitia, sampai saat berita ini diturunkan belum dapat di mintai keterangan seputar biaya dan RAB pilkades yang demikian mahal. (M. Joko YP)(bedanews.com)

Jumlah Kecamatan dan Desa di Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Cikarang. Kabupaten ini berada tepat di sebelah timur Jakarta, berbatasan dengan Kota Bekasi dan Provinsi DKI Jakarta di barat, Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Karawang di timur, serta Kabupaten Bogor di selatan. Kabupaten Bekasi terdiri atas 23 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. (wikipedia.org)

SETU = 11 desa
SERANG BARU = 8 desa
CIKARANG PUSAT = 6 desa
CIKARANG SELATAN = 7 desa
CIBARUSAH = 7 desa
BOJONGMANGGU = 6 desa
CIKARANG TIMUR = 8 desa
KEDUNGWARINGIN = 7 desa
CIKARANG UTARA = 11 desa
KARANGBAHAGIA = 8 desa
CIBITUNG = 7 desa
CIKARANG BARAT = 11 desa
TAMBUN SELATAN = 10 desa
TAMBUN UTARA = 8 desa
BABELAN = 9 desa
TARUMAJAYA = 8 desa
TAMBELANG = 7 desa
SUKAWANGI = 7 desa
SUKATANI = 7 desa
SUKAKARYA = 7 desa
PEBAYURAN = 13 desa
CABANGBUNGIN = 8 desa
MUARA GEMBONG = 6 desa
JUMLAH DESA 187 desa (kabupatenbekasihotnews.blogspot.com)

Komposisi Hasil Pemilu Legislatif Kab Bekasi 2009

Kabupaten Bekasi dipimpin oleh bupati H. Sa'duddin dan wakil bupati Darip Mulyana yang dicalonkan oleh fraksi PKS, yang memerintah sejak 2007.

Perwakilan di DPRD Kabupaten Bekasi terdiri dari 50 orang, dengan komposisi hasil Pemilu Legislatif 2009 sebagai berikut: Partai Demokrat sembilan kursi, Partai Golkar delapan kursi, PKS delapan kursi, PDIP tujuh kursi, PPP empat kursi, PAN empat kursi, PKB tiga kursi, PBB dua kursi, Partai Hanura dua kursi, dan Partai Gerindra satu kursi.

Dua belas di antaranya adalah anggota periode sebelumnya.

Pada zaman kolonial Belanda, Bekasi disebut Bekassie dan sudah merupakan wilayah kabupaten yang berkedudukan di Jatinegara. Setelah kemerdekaan status ini dikukuhkan dengan UU Nomor 14 Tahun 1950 mengenai pembentukan Kabupaten Bekasi, dengan wilayah yang terdiri dari empat kewedanaan, 13 kecamatan dan 95 desa. Pada tahun 1960 kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke kota Bekasi (Jl. Ir. H Juanda), yang kemudian pada tahun 1982 gedung perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi kembali dipindahkan ke Jl. Ahmad Yani, Bekasi.

Perekonomian Kabupaten Bekasi ditopang oleh sektor pertanian, perdagangan dan perindustrian. Banyak industri manufaktur yang terdapat di Bekasi, diantaranya kawasan industri Jababeka, EJIP, Delta Silicon, MM2100, BIIE dan sebagainya. Kawasan-kawasan industri tersebut kini digabung menjadi sebuah Zona Ekonomi Internasional (ZONI) yang memiliki fasilitas khusus di bidang perpajakan, infrastruktur, keamanan dan fiskal. (wikipedia.org)

Data Pemilih Sementara Kab Bekasi 2011 Sebanyak 1,6 Juta

Penulis : Dul
Senin, 17 Januari 2011, 10:01:07 WIB (Hits : 79 x)
CIkarang Pusat - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi mencatat jumlah pemilih untuk Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) 2012 mendatang sebanyak 1,6 juta jiwa. "Dari jumlah penduduk 2,6 juta hasil pendataan 2010, jumlah pemilih sementara ada 1,6 juta," kata Kepala Disdukcapil Aspuri.

Data tersebut kata Aspuri masih akan berubah, tergantung pada situasi kependudukan. "Itu data sampai minggu ini, sewaktu-waktu bisa berubah. Misalnya ada warga yang tadinya berumur 16 bisa saja bulan nanti berubah menjadi 17 tahun." papar Aspuri.

Data tersebut sebelumnya berjumlah 1,7 pada Desember 2010. Namun pada minggu kedua bulan januari 2011 ini, Disdukcapil mencatat 1,6.

"Penyebabnya bisa berupa kematian, bisa juga kenaikan umur, sehingga kami hanya menyiapkan data saja, dan yang punya kapasitas menetapkan menjadi DPT nantinya adalah KPUD Kabupaten Bekasi," paparnya.

Terpisah, anggota KPUD Kabupaten Bekasi, Idham Holik, pihaknya baru akan menentukan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada bulan Oktober.

"Bisa saja, DPT-nya bertambah ataupun berkurang, saat ini masih ada beberapa bulan lagi pendataan setiap bulannya oleh Disdukcapil, kita lihat saja nanti," kata dia.

Sedangkan Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Bekasi, Rahmatullah mengatakan, pihaknya juga sedang mempersiapkan teknis. "Segala tahapan kebutuhan persiapan wajib selesai bulan enam (Juni) mendatang." pungkasnya.

[Radar Bekasi dari bekasikab.go.id)

Rabu, 22 Desember 2010

Kebenaran yang Tidak Terorganisir Dapat Dikalahkan Oleh Kejahatan yang Terorganisir

Oleh : Sunaryo Saripudin S.Pd*

Kebenaran yang Tidak Terorganisir Dapat
Dikalahkan Oleh Kejahatan yang Terorganisir
Untaian kata bijak pada judul diatas merupakan nasehat yang harus serius dijadikan pegangan bagi setiap individu yang bergerak direl kebenaran. Mengingat begitu kuatnya ketidak benaran bersatu untuk meluluh lantahkan siapapun yang membuat mereka terganggu.

Juga bagi yang merasa sudah menjadi sebuah tim padahal tidak lebih hanya sekumpulan orang-orang tanpa makna. Orang-orang yang sama yang sering berkumpul belum tentu mereka sebuah tim yang terorganisir sampai mereka punya tujuan yang sama dengan kegiatan yang terkoordinasi menuju tujuan tersebut.

Perubahan kearah lebih baik akan sangat berat jika dipikul sendiri. Karenanya diperlukan sebuah tim. Tim yang bukan hanya asal-asalan melainkan tim yang solid bermental berani dan punya kemampuan.

Seluruh Tim harus siap Memimpin dan siap dipimpin. Punya kemampuan memimpin dan punya kemampuan dipimpin. Sebuah tim atau organisasi yang terorganisir dengan baik akan sangat sulit untuk dipatahkan oleh lawan.

Begitupun bagi mereka yang menceburkan dirinya dalam kancah dakwah tentu ungkapan singat namun padat di atas perlu perhatian serius. Dakwah ini penuh tantangan dan rintangan yang kadang sangat berat. Bisa jadi serangan dan usaha menghentikkan dakwah datang dari berbagai arah.

Kita tidak heran dengan adanya peristiwa kalangan tertentu berusaha keras untuk menjadikan salah satu organisasi dakwah jadi bubar atau dibekukan. Tidak heran pula media justru membentuk opini publik dengan fakta sebaliknya yang mengarah kepada fitnah yang sangat memojokkan.

Jika sebuah program dakwah untuk perubahan dilakukan secara terorganisir dengan baik dengan segala antisipasi dari berbagai kendala yang muncul maka bisa dipastikan dakwah akan berjalan sesuai dengan rencana.

Saya melihat ada beberapa unsur yang perlu dibangun didalam sebuah tim agar hubungan antar individu berjalan harmonis tanpa gesekan serta dapat bergerak menuju tujuan yang telah ditetapkan, yaitu : Paham Visi-Misi, Semangat, Optimis, Toleransi, Bertanggung Jawab, Komitmen, Konsisten, Loyal, Husnudzan, Sadar Peran.

Mungkin diantara 10 hal yang disebutkan tadi ada yang harus dilengkapi namun setidaknya dengan pemahaman dan penerapan kesemua itu akan terbentuk sebuah organisasi yang solid.

Dilema Kepemimpinan
Ada sebuah dilema yang menggoda saya untuk beropini, khususnya melihat pola kepemimpinan antara pemimpin dan yang dipimpin. Organisasi yang baik menurut sepengetahuan saya hingga saat ini adalah pemimpin memimpin dan pengikut mengikuti. Ilmu ini saya dapat dari K.H. Abdullah Gymnastiar ketika saya masih menjadi santri karya di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung.

Saya ingin mengambil sebuah contoh kepemimpinan di pemerintahan kabupaten. Anda boleh tidak setuju dengan opini saya ini namun diharapkan Anda terbuka untuk membaca dan mendiskusikannya.

Pemerintahan Kabupaten dipimpin oleh Bupati yang dipilih lewat pemilihan umum. Bupati ini menjalankan pemerintahan diantaranya dengan memberikan Intruksi kepada para pejabat dibawahnya semisal Kepala Dinas.

Dinas-dinas tersebut merupakan sebuah sistem yang sudah ada sebelum Bupati terpilih. Bupati punya jabatan hanya lima tahun sementara Kepala Dinas bisa lebih dari itu sebelum dimutasi. Jadi Bupati harus memimpin sebuah sistem yang sudah ada. Tentu akan sangat mudah dilakukan jika sistem itu amanah dan jauh dari KKN ditambah mereka setuju dengan duduknya sang Bupati. Tetapi bagaimana jika sebaliknya???? Ini tentu PR besarrrr dan berat buat sang Bupati!!


Dua Pilar Penentu Kepemimpin
Kekuatan kepemimpinan seorang Bupati secara internal di pemerintahan ditentukan oleh dua pilar yaitu kekuatan legislatif yang siap mendukungnya dan loyalitas dinas-dinas dalam melaksanakan setiap Instruksi.

Jika dua kekuatan besar ini berbalik kontra produktif kepada Bupati maka proses kepemimpinan tentu tidak akan berjalan. Atau dengan kata lain jalannya pemerintahan tidak akan sesuai dengan harapan bahkan bisa jadi meskipun tidak secara terang-terangan mengakui, membuat malu partainya dan partai pendukung, kader, dan simpatisan yang mengusungnya. Noda-noda selama kepemimpinan akan menjadi ladang empuk untuk membentuk citra buruk khusunya oleh pihak-pihak dan media yang tidak harmonis dengan Bupati.

Dari segi legislatif maka untuk memudahkan proses pemerintahan diperlukan jumlah legislatif mayoritas yang mendukung. Program pemerintahan tentu akan lebih mudah dijalankan jika sejalan dengan legislatif. Jika legislatif pendukung Bupati adalah minoritas maka bisa saja Laporan Pertanggung Jawaban Bupati tidak diterima dengan alasan tertentu yang mungkin saja secara tidak langsung untuk menjatuhkan Bupati.

Dari segi "Dinas" maka untuk memudahkan proses pemerintahan diperlukan Kepala Dinas dan Jajarannya yang Loyal dan patuh terhadap Intruksi Bupati. Disini perlu keberanian dan ketegasan Bupati. Bisa saja terjadi ABS (asal bapak senang) padahal muncul dipermukaan saja sementara dibelakang diam-diam membentuk citra negatif Bupati bahkan ingin menjatuhkan.

Tidak bisa dibayangkan bagaimana pesatnya kemajuan kabupaten bekasi jika pemimpinnya didukung oleh legistalif yang berani prorakyat dan Dinas-dinas yang loyal dan patuh intruksi Bupati.

Membangun Kekuatan Eksternal
Selain dua pilar yang telah disebutkan di atas sebenarya ada kekuatan-kekuatan eksternal yang perlu dibangun yaitu kekuatan jaringan, kekuatan LSM, Kekuatan Media.

Pertama : Jaringan
Jaringan bisa berupa tokoh-tokoh masyarakat atau simpul-simpul masyarakat (orang berpengaruh), kelompok masyarakat atau organisasi dan orang perorang.

Jaringan ini bisa dibentuk salah-satunya melalui pemberdayaan ekonomi. Bisa jadi jika seseorang perutnya kenyang ia akan loyal. Yang sangat mudah adalah membina dan memberdayakan pihak-pihak-perorangan maupun kelompok-yang mendukung Bupati saat pemenangan pemilu. Bisa lewat kader partai, Tim sukses eksternal partai, dan jaringan pribadi bupati sendiri. Jika tim-tim ini dimaintenance hasilnya akan dahsyat.

Tidak jarang para tim sukses gigit jari bahkan sakit hati dilupakan oleh mereka yang sudah menang pemilu. Maka tidak heran jika pada pemilu berikutnya mereka menjadi pihak-pihak yang gigih berbalik untuk mengagalkan baik kepada orang maupun partai yang membuat mereka sakit hati. Ini tentu harus di antisipasi.

Kedua : LSM
Saat ini LSM sangat didengar oleh banyak pihak. Keberadaan LSM sangat berguna sebagai lembaga kontrol independen bagi jalannya program-program yang dilakukan oleh pemerintahan. Jika satu Dinas dikontrol oleh 20 LSM, misalnya, maka program-program pembangunan kemungkinan besar berjalan lancar. Tentu LSM yang bagaimana dulu?

Jangankan 20 LSM, satu LSM saja jika LSM itu pantang dibungkam recehan (bukan LSM Paogah) bisa jadi sangat efektif. Yang disesalkan adalah jika Ada LSM paogah.
Banyak kasus korupsi, kasus proyek pembangunan yang tidak sesuai spesifikasinya dapat diidentifikasi oleh LSM. Ketajaman kontrol LSM patut dibanggakan dan ini tentu angin segar untuk terwujudnya pemerintahan yang bersih dari KKN.

Saya mungkin hanya mengira-ngira. Ada satu hal yang merupakan pekerjaan rumah buat LSM yang sulit dibuktikan untuk mengungkap sebuah kasus suap. Saya menyenyebutnya "Ada tapi tidak ada, terjadi tapi tidak terjadi". Mungkin anda bingung memahami maksudnya.

Maksudnya begini, misalnya, saya memiliki kewenangan untuk meloloskan atau mengagalkan seseorang untuk menjadi pegawai PNS. Tiba-tiba ada seseorang yang datang dan menawarkan uang 100 juta kepada saya agar anaknya diterima menjadi PNS. Saya pun mau menerimanya.

Dalam serah terima uang itu saya tidak mau pakai kwitansi apalagi tanda tangan segala. Orang tersebut ternyata sepakat. Saya beri penjelasan kepada orang tersebut ,”Silahkan anak bapak mengikuti proses normal seperti yang lain seakan-akan ikut tes seleksi, tapi tidak usah khawatir anak bapak pasti diterima jadi PNS,”. Singkat cerita anaknya jadi PNS berkat seratus juta itu.

Kejadian seperti ini dan sejenisnya walaupun isunya kencang dan akan diajukan secara hukum namun karena tidak ada bukti plus pihak penyogok tidak mau jadi saksi ya...beres dech..aman buanget ya.

Untuk peristiwa seperti ini, yang tidak bisa diproses oleh hukum dunia mungkin perlu ingat ini : “Orang yang disuap dan yang menyuap keduanya masuk neraka”.

Kekuatan Media :
Dijaman informasi ini media memiliki peran penting untuk membangun opini dan membentuk citra. Karenanya bagi Bupati keberadaan media sangat penting. Dalam hal ini ada dua hal yang bisa dilakukan. Membangun berbagai media dan membangun kemitraan yang baik dengan berbagai media lain.

Jika media adalah milik sendiri maka akan sangat mudah untuk memuat berita-berita positif atau membangun opini dan citra. Untuk sebagian media milik orang lain bisa jadi harus menjalin hubungan mutualisme terlebih dahulu supaya pemberitaannya tidak kontra produktif.

Jika ada prestasi pemerintah yang telah diraih maka media-lah yang menjadi corong untuk menyebarkan informasi itu kepada masyarakat. Baik dan buruknya Citra akan sangat mungkin bisa dibentuk oleh media. Karenanya media adalah lahan yang harus mejadi perhatian serius untuk dibangun.

Apabila Anda mengupas buku.......
maka akan melihat sangat jelas begitu hebatnya kekuatan media bagi kemenangan Barack Obama. Obama begitu piawai memanfaatkan media sehingga benar-benar menjadikan dirinya sangat mulus melenggang ke Gedung Putih meskipun mengalahkan musuhnya yang nyata-nyata sudah punya pengaruh kuat dan berpengalaman dalam politik.

*Ketua Tim Sukses Dapil I Pemenangan PKS dan Ir. Budiyanto pada Pemilu 9 April 2009 ; Kepala Divisi Education Centre - Budiyanto Solution Centre (BSC) ; Ketua Umum Yayasan TOGA CIPUTRA.